

PGRI DIY Dorong Peningkatan Mutu Sekolah melalui Penguatan Literasi, Kompetensi, Teknologi, dan Karakter
Yogyakarta, 22 Juli 2026 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Publik bertajuk "Pemenuhan Akses terhadap Pendidikan Bermutu untuk Semua" sebagai forum strategis dalam memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Pengurus Besar PGRI, Ibu Dian Mahsunah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pemerataan akses terhadap pendidikan bermutu merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Guru sebagai garda terdepan pendidikan dituntut terus meningkatkan kompetensi, berinovasi dalam pembelajaran, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Seminar turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PB PGRI, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, Ketua Departemen Pengembangan Profesi Guru PB PGRI, Prof. Masduki, Ketua PGRI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.M., serta Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikpora DIY, Tukiman, S.Pd., M.T. Kehadiran para narasumber memberikan perspektif yang komprehensif mengenai arah kebijakan pendidikan nasional dan strategi peningkatan mutu sekolah di era transformasi digital.
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan bahwa pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memiliki fungsi mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu, peningkatan mutu sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan literasi, penguasaan teknologi, serta pengembangan kompetensi abad ke-21.
Seminar juga mengulas tantangan pendidikan pada era globalisasi, Revolusi Industri 4.0, VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), dan Society 5.0. Kondisi tersebut menuntut sekolah untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, inovatif, mampu berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi secara efektif, dan memiliki karakter yang kuat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, seminar menekankan lima strategi utama peningkatan mutu sekolah, yaitu:
meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan; mentransformasikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan dukungan teknologi digital; memperkuat kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya mutu dan tata kelola yang akuntabel; memperluas pemerataan akses pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik; dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat.
Selain itu, para narasumber menegaskan pentingnya penguatan empat dimensi kualitas pendidikan, yaitu kualitas dasar, kualitas instrumental, kualitas kebangsaan, dan kualitas global. Keempat dimensi tersebut menjadi fondasi dalam membentuk peserta didik yang berkarakter Pancasila, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki literasi digital, literasi data, literasi finansial, serta siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua PGRI DIY, Dr. Didik Wardaya, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SMA Dikpora DIY, Tukiman, S.Pd., M.T., menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di sekolah melalui penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengembangan budaya belajar yang mampu menghasilkan lulusan unggul sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.
Melalui seminar ini, PGRI DIY berharap semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan, sehingga Daerah Istimewa Yogyakarta terus menjadi pelopor pendidikan nasional yang mampu melahirkan generasi unggul, berkarakter, berbudaya, serta memiliki daya saing global.
Penutup
Seminar Publik PGRI menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Mutu pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi dari kemampuan membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat."
Oleh:
Bid. Informasi dan Komunikasi
Wiwik Indriyani

22 Juli 2026

23 Mei 2026

25 Juli 2025

21 Juli 2025

21 Juli 2025